26 Destinasi Unggulan versi Aceh Tourism

26 Destinasi Unggulan versi Aceh Tourism

Provinsi Aceh memiliki luas wilayah sekira 5.677.081 km2 atau 5.677.08 hektare dengan 23 kabupaten/kota. Masing-masing kabupaten/kota di Aceh memiliki kekhasan budaya, adat-istiadat, dan panorama alam yang indah. Mewarnai momentum 10 tahun tsunami pada 26 Desember 2014, Aceh Tourism telah memilih 26 destinasi unggulan di Aceh yang patut Anda nikmati.

  1. Masjid Raya Baiturrahman – Wisata Religi

Objek wisata religi ini berada di tengah pusat Kota Banda Aceh. Masjid Raya Baiturrahman merupakan landmark Aceh yang mampu membuat setiap wisatawan berdecak kagum akan sejarah dan keindahan arsitekturnya. Masjid Raya Baiturrahman juga telah melewati berbagai peristiwa, mulai dari masa penjajahan Belanda hingga peristiwa tsunami 26 Desember 2004.

  1. Masjid Baiturrahim – Wisata Religi

Masjid ini tetap kokoh diterjang gelombang tsunami 26 Desember 2004 meskipun terletak di bibir pantai. Salah satu peninggalan Sultan Aceh abad 17 yang dulunya bernama Masjid Jami’ ini berlokasi di Jalan Iskandar Muda, Gampong Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Atau sekitar 5 menit berkendara dari Museum Tsunami Aceh. Pada 1873 ketika Masjid Raya Baiturrahman dibakar Belanda, salat Jumat dialihkan ke Masjid Jami’ Ulee Lheue. Sejak itulah masjid ini diberi nama Masjid Baiturrahim oleh masyarakat Aceh.

  1. Makam Syiah Kuala – Wisata Religi

Kompleks makam Teungku Syiah Kuala atau dikenal dengan nama Syekh Abdurrauf bin Ali Al-Fansuri menjadi objek wisata religi favorit. Terletak di Desa Deyah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, makam ini sering diziarahi oleh turis Malaysia dan wisatawan lokal dari Sumatera Barat. Teungku Syiah Kuala seorang ulama Aceh yang berjasa dalam penyebaran agama Islam di Aceh pada 1001 Hijriah atau 1591 Masehi. Ia meninggal pada 1696 M dalam usia 105 tahun. Ketika tsunami 2004, makam ini tetap utuh meskipun jaraknya sekitar 100 meter dari bibir pantai. Hanya perumahan penduduk di sekitar kompleks makam yang rata dengan tanah.

  1. Museum Aceh – Wisata Sejarah

Bila berkunjung ke Kompleks Museum Aceh, Anda akan sekaligus melihat Rumoh Aceh, rumah tradisional masyarakat Aceh. Museum ini terletak di Jalan Sultan Alaidin Mansyur Syah, Peuniti, Banda Aceh. Kompleks ini dekat dengan Pendopo Gubernur Aceh dan Anda juga bisa berjalan kaki dari Masjid Raya Baiturrahman ke arah Kodim. Di kompleks Museum Aceh, terdapat gedung museum beris pajangan peninggalan masa prasejarah hingga benda-benda masa Kerajaan Aceh. Di halaman museum, juga dipajang Lonceng Cakradonya hadiah Laksamana Cheng Ho sebagai tanda persahabatan bangsa Aceh dengan Kekaisaran Cina.

  1. Mercusuar William’s Torren – Wisata Sejarah

Mercuar William’s Torren terletak Desa Meulingge, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, tepatnya di Pulo Breueh (Pulau Beras). Anda disarankan berkunjung ketika laut sedang bersahabat, karena harus menyeberang dari Banda Aceh menggunakan boat nelayan sekitar 3 jam. Dari Meulingge, wisatawan harus berjalan kaki ke kompleks bangunan peninggalan Agresi Belanda itu. Mercusuar William’s Torren hanya ada tiga di dunia: di Holland, Belanda, Kepulauan Karibia dan Pulo Breueh, Aceh Besar. Dari ketinggian 85 meter menara suar ini, Anda bisa melihat gugusan pulau kecil di laut lepas Samudera Hindia.

  1. Pantai Lampuuk – Wisata Alam

Pantai favorit masyarakat Aceh, Lampuuk berada di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Lokasinya berdekatan dengan Pantai Lhoknga dan dapat ditempuh melalui jalur Banda Aceh-Calang  (Aceh Jaya) sekitar 30 menit berkendara dari Kota Banda Aceh. Anda dapat menikmati view laut dan pegunungan dari pondok-pondok wisata di bibir pantai. Spot ini juga tujuan favorit turis yang ingin mandi, berenang, berjemur, atau uji nyali dengan jasa banana boat.

  1. Air Terjun Suhom – Wisata Alam

Air terjun ini berada di Desa Suhom, Kecamatan Lhong, Aceh Besar, sekitar 55 km atau satu jam berkendara dari Kota Banda Aceh. Anda bisa menikmati udara sejuk dengan rimbunan pepohonan sembari mandi di kolam air terjun. Di kawasan ini juga terdapat kebun durian yang bisa Anda nikmati jike sedang musim. Spot ini juga menyediakan camping ground. Pengunjung dapat menyewa jasa pemandu wisata yang merupakan warga setempat untuk tracking, menyelusuri hutan rimba yang masih asri.

  1. Gua Ie – Wisata Alam

Gua Ie, objek wisata petualangan yang terletak di Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Gua vertikal ini terdapat di kawasan perbukitan pinggiran Desa Lam Sie. Dari pusat Kota Banda Aceh, perlu waktu sekitar 45 menit berkendara. Kemudian berjalan kaki dengan waktu 30 menit menembus perkebunan milik masyarakat setempat dan hutan belantara. Gua Ie memiliki keindahan panorama alam. Di dalam gua ini terdapat kolam air dengan kedalaman 1 hingga 2 meter yang dihuni ratusan ikan lele.

  1. Gunong Goh Leumo – Wisata Alam

Gunung Goh Leumo memiliki ketinggian 800 mdpl yang terletak di Desa Gurah, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Di kawasan ini juga terdapat dinding-dinding tebing terjal di hampir setiap lerengnya. Aktifitas yang dapat dilakukan di sini adalah pendakian, fotografi, pengamatan burung, dan menyaksikan Kota Banda Aceh dari puncak Goh Leumo dengan kilauan sunrise dan sunset yang indah di pagi dan sore hari. Pendakian Goh Leumo dapat ditempuh melalui beberapa rute yaitu: Desa Lambadeuk dengan jarak tempuh 3 jam pendakian, Desa Lampuuk dengan jarak tempuh 4 jam pendakian, dan Desa Gurah dengan jarak tempuh 3 jam pendakian.

  1. Pulo Rubiah – Wisata Alam

Pulo Rubiah terletak di barat Pulau Weh. Bawah laut sekitar pulau ini menjadi destinasi favorit para diver tanah air dan luar negeri. Anda dapat menikmati beragam jenis terumbu karang dan biota laut yang langka. Karang meja merupakan jenis karang yang dominan. Untuk jenis ikan banyak ditemui ikan bendera, ikan kepe-kepe, botana biru, dan ikan sersan. Perairan sekitar Pulo Rubiah sangat jernih dengan kedalaman 10 hingga 15 meter. Pengunjung menyewa boat di Pantai Iboih atau Pantai Gapang jika ingin ke Pulo Rubiah. Pantai-pantai ini dapat ditempuh dari Pelabuahan Balohan atau Kota Sabang.

  1. Pantai Paradiso – Wisata Alam

Pantai Paradiso letaknya tidak jauh dari pusat Kota Sabang, Pulau Weh. Spot ini juga berdekatan dengan arena Sabang Fair. Pantai Paradiso yang juga dikenal Pantai Kasih ini merupakan spot favorit warga Sabang dan wisatawan untuk menghabiskan sore sembari menikmati matahari terbenam (sunset). Pengunjung bisa menikmati kuliner yang dijajakan di warung sekitar pantai dengan harga terjangkau.

  1. KM 0 Sabang – Wisata Alam

Di Sabang, destinasi andalan ialah Tugu Kilo Meter Nol Indonesia. Hampir setiap wisatawan domestik mapun mancanegara yang ke Sabang mengunjungi spot ini di ujung barat pulau. Jika beruntung, Anda bisa mengantongi sertifikat telah mengunjungi batas barat Indonesia ini di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sabang. Tugu ini terletak di Taman Hutan Lindung Kota Sabang dengan jarak sekitar 40 kilometer ke barat kota. Selain melihat luasnya hamparan Samudera Hindia, wisatawan dapat menanti sunset.

  1. Lut Tawar – Wisata Alam

Danau Lut Tawar berada di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, terletak di sebelah timur kota Takengon. Danau ini memiliki luas sekitar 5.472 haktare dengan panjang sekitar 17 km dan lebar 5,5 km. Dinamai Danau Lut Tawar karena lut yang artinya laut memiliki luas seperti laut dan airnya tidak asin. Di danau ini hidup ikan depik, ikan endemik danau ini. Ikan depik akan muncul ke permukaan air pada musim hujan. Tur ke Takengon dapat ditempuh dari arah Medan menuju Kabupaten Bireuen atau dari Banda Aceh menuju Bireuen (dari sini lebih dekat). Setiba dari Bireuen bisa naik bus mini Bireuen Express (BE), atau mopen L300. Kalau dari Banda Aceh atau Medan Anda bisa menaiki bus yang langsung rutenya ke Takengon.

  1. Air Terjun Mengaya – Wisata Alam

Di Aceh Tengah, Anda juga bisa menikmati Air Terjun Mengaya. Terletak di sisi selatan jalan lingkar Danau Lut Tawar, tepatnya di Desa Mengaya, Kecamatan Bintang. Persisnya di kaki gunung Burni Klieten, terpaut sekitar 24 kilometer dari Kota Takengon. Tempat ini telah dipugar sedemikian rupa dengan pelbagai fasilitas seperti musala, area parkir, kantin, toilet, dan sangat cocok bagi wisata keluarga. Spot ini telah menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Bayangkan bagaimana sejuk dan segarnya menikmati panorama air terjun yang airnya mengalir dari ketinggian 180 meter di sela-sela lebatnya pepohonan.

  1. Gua Putri Pukes – Wisata Alam

Gua Putri Pukes terletak di utara kota Takengon, tepatnya di Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah. Putri Pukes nama perempuan kesayangan sekaligus anak tunggal dari keluarga di Desa Nosar, Kecamatan Bintang. Diceritakan, konon Putri Pukes melanggar satu pesan orang tua ketika ia menikah dengan orang asing. Dalam perjalanan mengikuti suaminya, Putri Pukes menoleh ke belakang ketika melewati rawa-rawa (Danau Lut Tawar sekarang), sehingga perlahan ia berubah menjadi batu. Masyarakat sekitar spot ini percaya bahwa batu menyerupai perempuan dalam goa tersebut adalah Putri Pukes.

  1. Burni Telong – Wisata Alam

Burni Telong adalah gunung berapi aktif yang terletak di Kabupaten Bener Meriah. Ketinggian tipe gunung berapi strato  ini mencapai 2.624 meter di atas permukaan laut. Anggrek hutan, edelwis, dan kantong semar, tumbuh di Burni Telong. Penawar lelah namun tak dilarang petik. Hamparan edelwis terletak di lereng terjal sebelum tiba di puncak. Di ujung ladang edelwis ada sebuah gua kecil. Di sini juga bisa didapat tumbuhan kantong semar. Puncak Burni Telong dapat dicapai dari dua arah. Pertama dari lereng tenggara melalui Kampung Sentral dan dari lereng barat daya melalui Bandar Lampahan.

  1. Air Terjun Tingkat Tujuh – Wisata Alam

Air terjun ini terletak sekitar 1,5 km Tapaktuan, ibu kota Kabupaten Aceh Selatan. Obyek wisata air terjun yang banyak dikunjungi masyarakat lokal tersebut dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 15 menit. Di sini, pengunjung bisa melihat leluasa hamparan laut luas Samudera Hindia selain menikmati hawa sejuk pegunungan.

  1. Pantai Batu Berlayar – Wisata Alam

Beberapa batu ukuran besar mengapung di atara jernihnya air laut di Pantai Batu Berlayar, di Desa Gunong Cut, Kecamatan Sama Dua, Kabupaten Aceh Selatan. Sepajang pantai berpasir krem ini dipagari pepohonan kelapa. Di pantai ini juga terdapat legenda pertarungan antara Raja Ngang dan Tuang Hilang. Kini selain dinikmati masyarakat sekitar untuk santai, ia juga menjadi spot memancing bagi mancing mania.

  1. Tapak Tuan Tapa – Wisata Alam

Kota Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, terkenal dengan Legenda Tuan Tapa dan Putri Naga. Kompleks wisata ini terdapat Jalan D I Panjaitan Kota Tapak Tuan. Posisinya di balik tebing Gunung Lampu yang berbatasan dengan laut. Tongkat Tuan Tapa untuk memukul naga yang mengejar Putri Naga juga sesekali muncul ke permukaan laut.

  1. Pantai Nancala – Wisata Olahraga

Pantai Nancala terletak di Teupah Barat, sekitar 27 km dari Kota Sinabang, ibu kota Kabupaten Simeulue. Pantai berpasir putih ini merupakan salah satu spot favorit peselancar tanah air maupun asing, ketinggian ombaknya mencapai 2 meter. Beberapa waktu lalu digelar Aceh International Surfing Championship di sini. Simeulue dapat ditempuh dari Banda Aceh menumpang minibus L300 hingga Pelabuhan Labuhan Haji, Aceh Selatan, selanjutnya menaiki kapal feri ke Simeulue. Atau naik pesawat dari Bandara Sultan Iskandar Muda Blangbintang dan mendarat di Bandara Lasikin Simeulue; rute udara juga bisa ditempuh dari Bandara Kualanamu Medan.

  1. Pantai Ganting – Wisata Alam

Pantai Ganting terletak di Desa Kuala Makmur, atau sekitar 11 Kilometer dari pusat Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue. Pantai ini bisa dicapai dengan berbagai jenis kendaraan bermotor dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat kota. Pengunjung biasanya bersantai bersama keluarga dengan berenang atau snorkeling.

  1. Taman Nasional Gunung Leuser – Wisata Alam

Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) salah satu kawasan Pelestarian Alam di Indonesia seluas 1 juta hektare yang secara administrasi terletak di dua provinsi, Aceh dan Sumatera Utara. Berbatasan dengan sembilan kabupaten. Di Aceh, berbatas dengan Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Tamiang. Sedangkan di Sumatera Utara berbatasan dengan Kabupaten Langkat, Dairi, dan Karo. Banyak peneliti dan pecinta alam mengunjungi TNGL. Ekosistem di dalamnya masuk dalam daftar wilayah paling tak tergantikan di dunia versi International Union for Conservation of Nature (IUCN). Berdasarkan survei tersebut, IUCN menetapkan 78 situs. Sementara itu, menurut leuserecosystem.org, wilayah TNGL merupakan daerah dengan jumlah keragaman tertinggi di Asia. Kawasan ini memiliki 105 spesies mamalia, 382 spesies burung, dan mencakup 95 persen spesies reptil.

  1. Sungai Alas – Wisata Olahraga

Menyusuri Sungai Alas yang membelah Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL) dengan perahu rafting adalah pengalaman yang memacu adrenalin. Jeram-jeram di Sungai Alas, Aceh Tenggara, memiliki tingkat kesulitan antara III hingga IV. Anda akan mendapatkan “bonus” pemandangan hutan yang masih terawat kedua sisi sungai. Sungai Alas bisa ditempuh 8 jam perjalanan darat dari Medan melalui Berastagi dan perjalanan darat melalui Banda Aceh, Beureun, Takengon, dengan waktu tempuh 14 jam.

  1. Pulau Banyak – Wisata Olahraga

Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, terdiri dari gugusan pulau kecil yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Pantai-pantai di pulau ini umumnya berpasir putih yang dipagari pepohonan kelapa. Di Pulau Banyak terdapat 12 titik ombak untuk selancar yang mencapai ketinggian 6 meter seperti di Pulau Bangkaru, Ujung Silingar, dan bagian selatan Pulau Tuangku. Titik selancar yang paling banyak dikunjungi oleh peselancar adalah pantai Amandangan dan Pantai Pelanggaran di Pulau Bangkaru.

  1. Gunong Peut Sagoe – Wisata Alam

Gunung Peut Sagoe salah satu gunung api type strato yang merupakan bagian dari ring of fire (cincin api) Indonesia. Gunung ini berada di dalam wilayah administrasi Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, sebuah kecamatan yang berjarak kurang lebih 220 km dari Banda Aceh yang dapat ditempuh melalui jalur darat sekitar 6 jam. Peut Sagoe (dalam bahasa Aceh berarti empat segi) memiliki ketinggian kubah solvatar 2.431 mdpl  pada posisi 96° 17’ 16,00” T – 04° 54’ 10,10” U (ER GRS ’67 atau ID 1974). Secara geografis, sisi barat gunung ini diapit oleh Gunung Tutung yang memiliki ketinggian 2.435 mdpl dan di sisi timur diapit Gunung Tanpa Nama.

  1. Puncak Geurutee – Wisata Alam

Peuniyoh Puncak Gurutee di Gunung Gurutee, Aceh Jaya, adalah spot wisata singgah paling favorit. Letaknya di pinggir jalan nasional Banda Aceh – Meulaboh yang diapit pegunungan dan Samudera Hindia. Sejumlah kedai kayu berjejer di bibir jurang yang menghadap laut lepas dengan view Pulau Tsunami (Pulau Ujong Seudeuen). Di sinilah para pengguna jalan kerang membuang lelah. Puncak Geurutee dapat ditempuh 1,5 jam dari pusat Kota Banda Aceh. Bisa dilalui berbagai jenis kendaraan. (Saniah LS/dbs)